February 25, 2011

Aku dan Malaikatku

Muakkah engkau, hai malaikat
Melihat manusia fana ini mengejarmu
Memngikuti dirimu dengan tatapannya yang hina
Bencikah kau
Saat aku menantimu
Terus berharap tuk dekat denganmu
.
Pahamkah kau
Saat bulan tetap mengejar matahari
Walau sang matahari tetap manjauhinya
Tahukah kau, betapa sakit yang dirasa sang bulan?
Sementara sang bintang yang temaninya selalu tak tampak
Menghilang, seolah ditelan awan malam

.
Saat bunga itu memandang rumput
Menatapnya dengan tatapan memuakkan
Sebegitu rendahkan aku bagimu
Bahkan, mendengarku pun kau enggan
Apa salahku padamu?
Malam berteriak sendu, namamu dipanggilnya
Tidakkah kau dengar?
.
Tulikah kau pada desah suaraku?
Tiap waktu, tiap detik kupanggil, kusebut namamu
Mengapa, malaikatku
Kau abaikan aku, salahkah aku?
Salahkah hatiku yang lancang mencinta
Mencoba mendekati dirimu yang begitu sempurna
.
Biar kuteguk candu asmara yang fana
Walau nanti kan kuteteskan air mata
Biar, berilah daku kenikmatan sesaat
Walau nanti hatiku perih
Datanglah, mendekatlah padaku
Walau hanya sesaat
Biar kunikmati anggur kasihmu
.
Jangan halangi penantianku
Biarkan aku, makhluk hina ini
Biarkan ku terus menantimu, malaikatku
Sampai nanti, sampai hancur sayapmu...

No comments:

Post a Comment